Tags

, , , , , , ,


Kita; terus berjalan di setapak sempit yang sama, beriring derap bertumpu harap, pada bintang di langit gelap. Berangan gelisah yang tak terbendung, berhujung pada mendung, basah oleh hujan karena tak sempat berlindung.

Seakan tak pernah puas, kita kembali menyelam dalam kerinduan yang curang; yang tak sedikit pun perduli bila kita menghilang, disapu gelombang laut dalam, tanpa pernah mengecap siang…

Begitulah kita, yang senasib berimbang, ketika malam menyambang dan bergulir cerita berulang. Aku dan kau di penghujung jalan, saling menatap di kejauhan, berbagi rasa yang kian usang. Tanpa mampu beranjak dari bayang- bayang, yang sekilas tampak seperti kenangan…

Tak bisakah kita menjadi kau dan aku, dua tanpa ragu. Tanpa beban rasa sesak yang mengganggu. Tak perlu sesal yang kian menggebu. Tak butuh candu yang seakan memaku. Hingga persimpangan berlalu, hanya bisa menelan pahit sisa- sisa kelu…

 

Batam, 17th Sept 2019

Advertisement