Tags

, , , , , , , , , , ,


Pukul dua dini hari; berlari-lari dalam imagi, sibuk mengemasi mimpi-mimpi yang mungkin sudah terkebiri, oleh cemas dalam hati sejak kemarin pagi, sambil mencari-cari alasan untuk tidak bangun lagi, di dunia yang sama esok nanti…

Pukul tiga dini hari; memandangi langit-langit meratapi, potongan-potongan memori yang masih utuh lagi, masa silam yang tak bisa diulangi, terputar lagi di otak kanan dan kiri, menyulut benci pada diri, merutuk waktu yang terlalu cepat berganti…

Pukul empat sebentar lagi; belum juga puas mematut diri, di depan cermin-cermin iri, bergelut dengan pikiran sendiri, lagi lagi karena tak mampu berbagi, lidah kelu tak bisa kompromi, berharap lusa tak kembali, atau bangun dengan otak baru lagi…

Pukul empat terlewati; mengusap airmata di pipi dengan jemari, menyadari tak bisa terus menyiksa diri, nafas panjang sejenak lalu berhenti, mencoba meredam detak nadi, seakan serangan jantung baru saja terjadi, berharap kelak terlelap sendiri…

Pukul lima mampir lagi; seperti pagi-pagi sebelum ini, berkat the one and only, the greatest enemy, the one so called anxiety, insomnia sudah berhari-hari, mau bilang apalagi, hanya bisa pasrah menjalani…

 

Batam, 22.09.19

 

Advertisement