Tags

, , , ,


kata mereka yang memuja; Maha Agung dan Maha Esa. Maha Penyayang dan Maha Segala-galanya. Seirama dengan bait demi bait dalam kitab suci yang beraneka bahasa. Menjelma sosok terpatri sempurna. Dalam jagaan malam dilantunkan do’a. Di minggu siang bermandi puja. Di antara butir rosari tak henti mengalir rapal mantra. Megah dalam wangi dupa dan khusyuk alam semesta…

seru mereka yang tak percaya; Sesuatu yang tak kasat mata. Dikisahkan sebagai Sang pecipta dunia dan seisinya. Senada dengan ratusan dongeng manca negara yang tak masuk akal selalunya. Meminta dipuja dan dijadikan dewa. Duh yang benar saja. Maaf tapi kami tak percaya. Jika Tuhan benar ada, kenapa kami tak bisa melihatnya? Kenapa pula tak ada damai di antara manusia?

dalam renung aku bertanya; Kira-kira wujud-Mu seperti apa? Di kepala mereka yang lidahnya bercabang dua. Yang mati-matian memaksa orang lain untuk percaya. Memuja-Mu dalam doa tapi tak pernah absen berdusta. Merapal mantra tanpa jeda namun menikam sesamanya. Menyembah-Mu senja bertemu senja tapi membunuh saudaranya. Se-Maha apa Engkau di mata mereka? Seperti apa definisi Tuhan buat mereka?

 

29.06.20

Advertisement